3 METODE SIX SIGMA UNTUK PERUSAHAAN YANG MASIH KECIL

what-is-six-sigma-700x420

Seperti yang telah kita ketahui, Six Sigma tidak hanya milik perusahaan besar saja, namun juga sangat memungkinkan untuk diterapkan dalam perusahaan kecil. Meskipun perusahaan Anda belum memiliki sumber daya manusia yang melimpah, belum menjalankan banyak proyek besar, ataupun pemasukan yang mengesankan, metode Six Sigma bisa Anda terapkan sebagai kendaraan untuk mencapai itu semua.

Berikut adalah bagaimana metodologi Six Sigma dapat menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan berbagai level, besar, sedang, maupun kecil.

 

1. Membangun tim yang kuat untuk memimpin proyek dengan baik
Mengidentifikasi tingkatan masalah pada tim dapat mempermudah dalam memperbaiknya, dan mengembangkan pemimpin untuk memotivasi kelompok secara efektif juga menggelar sebuah proyek secara efektif dari waktu ke waktu. Memang, proyek dapat gagal karena kurangnya kepemimpinannya, tapi lebih banyak kegagalan akibat pendefinisian yang kurang dalam proyek. Manajer yang cerdas akan meluangkan waktu untuk menentukan ruang lingkup proyek sesederhana mungkin, dan mengembangkan pemimpin tim yang dapat mereka percaya untuk menghasilkan hasil positif.
Metodologi Six Sigma menunjukkan pentingnya meluangkan waktu untuk mengajukan pertanyaan yang tepat yang dapat mengarah pada sebuah proyek yang didefinisikan sangat detail untuk mencapai hasil yang spesifik dan cukup luas untuk memiliki dampak yang berarti serta bersifat abadi pada sistem dan proses organisasi. Selain itu, para pemimpin memainkan peran unik dan penting dalam mendorong momentum ke depannya.

 

2. Membuat perencanaan yang sistematis
Meluangkan waktu untuk memetakan sebuah proyek, menyelesaikan analisis biaya-manfaat dan merupakan langkah penting dari setiap proyek yang berhasil. Jika metodologi Six Sigma akan menjadi sumber inspirasi dan strategi pemecahan masalah yang terus berlanjut, maka investasi dalam bentuk pelatihan karyawan merupakan ide bagus untuk membuat karyawan Anda memikirkan masalah dan membuat perubahan yang diinginkan dengan cara yang kohesif dan produktif.
Six Sigma menyediakan kerangka pemecahan masalah yang kuat dan seperangkat metodologi yang dapat memperluas kemampuan organisasi untuk mengatasi perubahan secara efektif dan efisien. Ini adalah serangkaian proses yang menentukan detail. Berinvestasi dalam prosesnya berarti memberi para pemimpin dalam organisasi menjadi agen perubahan untuk hasil yang sukses. Berinvestasi dalam kepemimpinan dapat memiliki manfaat jangka panjang.

 

3. Mengelola Proyek dengan Baik
Perubahan terlalu cepat dapat mengganggu banyak proses dan menyebabkan ketidakstabilan perusahaan. Secara umum, logika Six Sigma menunjukkan bahwa satu masalah harus ditangani sepenuhnya sebelum memulai proyek lain. Ini berlaku terutama untuk organisasi yang lebih kecil dengan sumber daya yang terbatas. Meskipun tergoda untuk membuat beberapa perbaikan sekaligus yang akan menguntungkan seluruh organisasi, tapi perubahan terlalu banyak sekaligus dapat menyebabkan kelelahan karyawan, burn-out, dan proyek yang macet.

 

Strategi Six Sigma menunjukkan cara yang efisien untuk mengatur dan mengatasi tantangan satu tahap dalam satu waktu. Organisasi dengan berbagai ukuran dapat memanfaatkan meluangkan waktu untuk mengembangkan sebuah proyek dan berjalan melalui langkah-langkah secara logis, menyeluruh dan serius.

 

 

Sumber: http://shiftindonesia.com

Disesuaikan oleh PRO-M

22 Juli 2017

_PRINT

Login Member

Daftar Gratis Member PRO-M Seminar

Nama lengkap *
Password *
Ketik ulang password *
Nomor HP *
Email *
 

(*) wajib diisi

Keranjang Belanja
Keranjang belanja kosong
Video Seminar